CDI BRT

Standar

Perkembangan teknologi mesin sepeda motor secara mekanikal telah mengalami kemajuan sangat pesat tetapi tidak sebanding dengan perkembanganelectronic yang mengendalikan mesin. Dengan konsepDigital semua perangkat yang dikendalikan akan lebih presisi.

Oleh sebab itu, kami telah melakukan penelitian selama
bertahun-tahun dan mengembangkan sistem pengapian CDI
(Capacitance Discharge Ignition) berbasis teknologi Digital.
Digital CDI yang kami kembangkan bekerjasama dengan
perusahaan terbesar di dunia untuk
microcontroller
(microchip komputer) yaitu Phillips Semiconductor.
Digital CDI adalah sistem pengapian CDIyang
dikendalikan olehmicroco mputer agar Ignition Timing (waktu
pengapian) yang dihasilkan sangat presisi dan stabil sampai
RPM tinggi. Akibatnya pembakaran lebih sempurna dan

hemat bahan bakar, serta tenaga yang dihasilkan akan sangat stabil dan besar mulai dari putaran rendah sampai putaran tinggi. Dengan Digital CDI, emisi yang dihasilkan juga sangat rendah itu sebabnya kami juga menyebut

teknologi Digital CDI kami dengan GREEN CDI (CDI Hijau
= ramah lingkungan).
Digital CDI Hyper Band merupakan pengembangan

pertama yang berbasis digital dengan kurva pengapian terprogram untuk menghasilkanpowerband yang sangat lebar hingga mencapai lebih dari 20.000 rpm tanpa adanya batasan(limiter).

Digital CDI Dual Bandadalah CDI Digitalpengembangan
kedua yang kami ciptakan untuk keperluan Standard, Tune
Up, Racing dan kompetisi. Dengan teknologi Dual Band,
kami menggabungkan seluruh keperluan pemakaian sepeda
motor yaitu :
“Standard & Tune Up, Tune Up & Racing dan Racing &
Competition”.
CDI Dual Band terdiri dari dua kurva pengapian yang

telah diprogram secara permanen dan disesuaikan dengan kebutuhan di atas. Kurva-kurva pengapian tersebut dibuat berdasarkan hasil penelitian dan percobaan yang dilakukan secara sistematis melalui team Balap “ Bintang Racing Team (BRT)”.

CDI Dual Band juga menganut teknologi Hyper Band
(tanpalimiter) dan dilengkapi ALVP (Automatic Low Voltage
Protection) untuk menghindari kerusakan fatal akibat
tegangansupply yang minim (accu tekor).
CDI Dual Band sangat bermanfaat untuk para pencinta
motor yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Secara garis besar CDI Dual Band terdiri atas beberapa

aplikasi, sbb :
1.Standard dan Tune Up (ST).
2.Tune Up danRa cing (SR).
3.Racing danCompetition (RC).

Dalam aplikasiRacing dan Competition CDI Dual Band
dapat dipadukan dengan Digital Smart Box.
II.Keun tu nga nCD I BRT
Keuntungan menggunakan CDI BRT adalah sbb :
1. Tenaga kuda (Horse Power) akan meningkat hingga 20%. *
2. Meningkatkan respon dan akselerasi. **
3. Power Band bertambah lebar hingga 2000 RPM.
4. Hemat pemakaian Baterai/AKI hingga 30%.
5. Hemat bahan bakar hingga 29. 0%.***
Catatan :
*)
Diuji pada motor Honda Karisma 125 Standard pada tgl
10 Feb 2005 menggunakan DYNOJET 250i
(Dynamometer) pada temperature 34ºC; kelembaban
34%; 994.5mBar; tenaga kuda 7.96dk pada 9000 Rpm
menjadi 8.66 dk.

**) Diuji pada motor Yamaha RX KING ; pada tgl 10 Feb 2005 menggunakan DYNOJET 250i; akselerasi 0 – 100 km/jam 8 detik menjadi 6 detik pada temperature 35ºC; kelembaban 34%; tekanan 994.4 mBar.

***) Uji coba dilakukan oleh Tabloid Motor Plus edisi No.348/VI sabtu 29 Oktober 2005, hal 7; pada motor Suzuki Shogun 125; penghematan hingga 29.14%

III. Jaminan Kualitas

Semua produk CDI BRT telah 100% melalui UJI KETAHANAN dengan metodaC harging selama 8 jam pada 6000 RPM yang ekivalen dengan pemakaian 5 tahun pada kondisi normal.

IV. Petunjuk Pemasangan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat
pemasangan Digital DC CDI sbb:
a. Periksa dan pastikan teganganAc cu 12,5Volt.

b. Pastikan pemasangan kabel sesuai dengan warna yang sama bila menggunakan kabel adapter sebab jika tidak sesuai maka akan menyebabkan kerusakan/ konsleting.

c. Pastikan komponen penunjang seperti COIL, KIPROK
(Rectifier Regulator)adalah Original Standar.

d. Pastikan Panjang Pick-up Pulser (Tonjolan Sensor) pada magnet (Fly Wheel) adalah standard sebabCDI telah diprogram dengan kondisi tonjolan Sensor standard.

V. Penyebab kegagalan aplikasi
Ada beberapa hal yang menyebabkan kegagalan dalam
aplikasi CDI sbb :

a. Kesalahan yang disebabkan penyambungan warna kabel.(ikuti petunjuk pada poin no.VIII pin koneksi dan poin no.IX kabel koneksi).

b. Kiprok Cas (Rectifier Regulator) tidak orisinil.
c. Aki tidak terpasang dengan benar atauACCU rusak.

d. TeganganACCU atau tegangan supplyCDI tidak pada tegangan kerja yaitu : 11 s/d 18 volt; hal ini disebabkan karenaACCU telah rusak atau Kiprok Cas rusak atau tidak orisinil.

e. MemakaiCoil yang tidak sesuai dengan spesifikasiCDI,
contoh pemakaianCoil Mobil.
f. Dengan sengaja membuat konslet outputCDI ke massa
(biasanya memercikan api keluaranCDI ke massa).

g. Kabel massa ada yang kendur

h. Pemasangan pemutus arus (kunci kontak) tidak pada koneksi yang benar.

VI.Teknik Modifikasi Pengapian

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat modifikasi
pemakaianCDI sbb :
1. Pin koneksi harus benar atau koneksi kabel sesuai warna
dan fungsinya.
2. Panjang Pick-Up pulser (tonjolan sensor) harus

disesuaikan dengan karakterC DI yang akan dipergunakan.

untuk info lebih lengkap kunjungi Sumber :http://www.scribd.com/doc/11720616/Buku-Panduan-Cdi

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s